Showing posts with label Airsoft Gun Information. Show all posts
Showing posts with label Airsoft Gun Information. Show all posts

Tuesday, July 7, 2009

AIRSOFTGUN JAJAL MEDAN LATIHAN TEMPUR TNI..

AIRSOFTGUN JAJAL MEDAN LATIHAN TEMPUR TNI..

Satu regu pasukan bersenjata lengkap mengendap memasuki wilayah musuh. Tiap orang menyandang aneka jenis senjata serbu macam Heckler and Koch MP5, AK-47, FNC, Steyr, bahkan juga senapan mesin ringan jenis baru M60. Tidak lupa, di pinggang mereka juga ada sepucuk pistol aneka jenis—Berreta, Colts, dan Glocks. Tubuh mereka pun dilindungi rompi antipeluru, peralatan komunikasi antarpasukan, dan tidak ketinggalan helm plus pelindung mata.


Mereka tidak menyadari bahwa gerakan mereka rupanya telah diketahui lawan. Sebelum regu itu mendapatkan posisi yang ideal, seorang anggota pasukan musuh yang sedari tadi mengintai gerakan mereka segera mengontak komandannya.”Heâd” coming, heâd coming,infonya. Tiba-tiba, Blaar!, ledakan keras terdengar. Sedetik kemudian kontak tembak pun terjadi.

Adu senjata antarpasukan terlatih itu berlangsung sekitar 15 menit. Ratusan peluru pun bermuntahan. Masing-masing berusaha mendapatkan sasarannya.

Selain adu tembak, kedua pasukan itu juga adu strategi. Komandan pasukan penyerang sibuk memberi komando kepada anak buahnya untuk maju atau bertahan. Dia tidak menyangka kedatangannya diketahui pasukan musuh. Tiba-tiba sebutir peluru menghunjam tubuhnya. Dia pun berteriak sambil menjatuhkan badannya ke tanah yang agak basah karena gerimis yang mulai turun. ”Hit, hit!” teriaknya keras, agar musuh tidak menembaknya lagi.

Tiba-tiba bunyi peluit terdengar. Seluruh pasukan berhenti menembak. Perang diulang, perang diulang lagi dari awal, kata seorang pria yang bertugas sebagai wasit. Kedua pasukan pun keluar dari posisi masing-masing dan kembali ke posisi awal. Permainan sengaja dihentikan dan diulang karena ada pasukan yang menembak dari balik pagar. Padahal, berdasarkan kesepakatan, dilarang menembak dari luar arena yang sudah ditentukan. Tak lama kemudian, dar-der-dor terdengar lagi, perang-perangan dimulai lagi.

Begitulah suasana permainan perang-perangan yang dibuat semirip mungkin dengan situasi perang yang sebenarnya. Para pemeran serdadu itu menggunakan perlengkapan, senjata, medan pertempuran, serta strategi menyerang dan bertahan seolah dalam perang sungguhan, kecuali senjata yang mereka gunakan. Meski sangat mirip dengan senjata sungguhan—baik bentuk maupun ukurannya—senjata itu tidak bisa diisi peluru betulan. Sebagai gantinya, mereka menggunakan peluru bulat yang terbuat dari plastik. Itulah sebabnya perang jenis ini memerlukan wasit, dan wasit bisa menghentikan pertempuran sewaktu-waktu. Sudah tentu tak ada yang tewas karena perang; serdadu yang tertembak bisa berdiri kembali dengan segar-bugar.

Inilah yang disebut permainan Airsoft War, berkembang di Jepang sejak 10 tahun silam. Sedangkan senjata permainan ini berumur lebih tua lagi: dari tahun 1886. Pada abad ke-19 itu, Clarence Hamilton—seorang penemu asal Plymouth, Amerika Serikat—menawarkan sebuah mainan mirip pistol betulan dengan peluru bola timah berukuran kecil dan pelontar berupa udara yang dimampatkan, kepada sebuah pabrik pembuat penggilingan.

Mulanya, senjata mainan yang dinamakan BB Gun itu (BB merupakan singkatan dari ball bearing) dijadikan bonus yang diberikan kepada para petani yang membeli penggilingan, hadiah bagi anak-anak para petani itu. Ternyata kemudian, permintaan senjata mainan ini kian hari kian banyak. Akhirnya, pabrik itu berhenti memproduksi dan menjual penggilingan, lalu beralih menjadi perusahaan pembuat senjata dengan nama Daisy Manufacturing Company, Inc.

BB Gun segera menjadi tren di kalangan anak muda Amerika, tapi mencemaskan bagi para orang tua. Banyak orang tua melarang anak-anak mereka memiliki BB Gun. Alasannya, meskipun hanya mainan, ada juga yang sampai terluka karena senjata itu. Mungkin itu sebabnya BB Gun tak berkembang sampai pada tahun 1970-an.

Pada tahun1970-an itu, muncullah yang dinamakan senjata airsoft, pengembangan dari BB Gun. Senjata airsoft dibuat untuk meredam kekhawatiran para orang tua sambil tetap memenuhi hasrat anak-anak yang ingin merasa menjadi tentara. Peluru timah pun diganti peluru plastik. Kemudian, teknologi pelontar diganti dengan teknologi gas yang dimampatkan (mirip pada senjata dalam permainan paintball).

Meski asal-muasal senjata airsoft dari Amerika, permainan ini marak di Jepang. Berbeda dengan di Amerika yang para airsofter-nya para remaja, penggemar airsoft di Negeri Sakura umumnya orang dewasa. Orang pun berteori bahwa itulah cara orang Jepang berkompensasi atas kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang dilarang memproduksi senjata. Juga, warga Jepang dilarang memiliki senjata api.

Untuk memenuhi permintaan yang cukup tinggi, bermunculanlah industri rumah tangga pembuat senjata airsoft. Di antara industri rumah tangga itu, yang terkenal yakni Asahi, Falcon Toy Corp., Maurushin, Maruzen, dan Toytec.

Semakin lama, senjata airsoft makin mirip aslinya, dan sejumlah kelemahan pun bisa dipecahkan. Misalnya, sampai akhir 1980-an, senjata mainan itu dirasa kurang praktis karena kompresi gas yang ada pada senjata itu tidak praktis. Seorang pemain harus membawa banyak tabung gas agar senjata bisa digunakan dengan baik. Selain itu, daya pampatan gasnya juga kurang andal melontarkan peluru dalam jarak jauh, dan jalannya peluru sering tidak akurat.

Pada awal 1990-an, keluhan para serdadu pura-pura itu mendapat solusi dengan kemunculan auto-electric guns (AEG). Pelontar gas diganti dengan pelontar motor listrik yang mendapat energi dari baterai. Teknologi ini dirasa lebih praktis meski tak bisa digunakan ketika hujan. Sejak saat itulah boleh dikata permainan airsoft mulai marak, terutama di Jepang dan Hong Kong, diikuti negara-negara Eropa, Amerika, dan akhirnya sampai juga di Indonesia.

Permainan airsoft ini pada dasarnya memang ditujukan bagi mereka yang memiliki hobi dan menyenangi semua hal yang berbau militer. Mereka pun mendapat sambutan yang baik dari pihak militer di masing-masing negara. Selain pihak militer (sebenarnya) meminjamkan sarana untuk permainan airsoft, tak jarang pula mereka meminjamkan senjata sesungguhnya kepada para airsofter.

Di Indonesia, khususnya di Jakarta, organisasi para pecandu airsoft yang memiliki anggota cukup besar adalah Indonesian Airsoft Gun and Wargames Enthusiast Club atau yang biasa disebut dengan Code4. Istilah Code4 sendiri berasal dari istilah militer yang berarti Mission Accomplished yang artinya misi telah diselesaikan.

Organisasi yang didirikan pada tahun 2001 ini bisa disebut sebagai pionir dalam pembentukan wadah bagi para penggemar permainan dengan menggunakan senjata aspal alias senjata asli tapi palsu itu.

”Pada dasarnya, anggota kami adalah calon tentara yang gagal, ha-ha,-ha,” ujar Irwan H. Nuswanto, pendiri sekaligus Ketua Code4, sambil tertawa. Kini, Code4 memiliki anggota 58 orang. Mereka datang dari berbagai hobi, tapi punya kesamaan dalam hal menggemari apa pun yang berbau militer, misalnya ada yang kolektor senjata tiruan, atlet menembak, kolektor souvenir militer, pencinta alam, penggemar games militer di komputer. ”Semuanya bergabung di organisasi ini untuk mewujudkan obsesinya serealistis mungkin,” kata Irwan.

Layaknya organisasi militer, mereka pun memiliki 16 tingkat kepangkatan, dari prajurit sampai jenderal. Kepangkatan itu diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Untuk seragam, mereka menggunakan seragam tempur yang dipergunakan oleh pasukan Ranger Kerajaan Swedia. ”Penggunaan seragam itu bukan karena sok-sokan. Kami memang mengagumi tentara Swedia, dan kami melarang anggota Code4 menggunakan seragam TNI,” tutur Irwan pula. Alasannya? Selama TNI dianggap sesuatu yang punya hubungan emosional dengan TNI, pada seragam itu melekat kesejarahan yang mencitrakan perjuangan dengan segala konsekuensinya—kerja keras, pengorbanan, darah, dan air mata.

Namun, tak sebagaimana tentara betulan, di organisasi airsoft ini yang berpangkat rendah tidak perlu memberi salam hormat jika bertemu dengan mereka yang memiliki pangkat lebih tinggi. Selebihnya, berkaitan dengan senjata dan perang, yang terjadi dalam perkumpulan airsoft mirip di dunia militer sebenarnya, misalnya dalam hal memperlakukan airsoft gun. Dalam hal membersihkan dan meletakkan senjata, ketentuan yang ada di ketentaraan sebenarnya diberlakukan.

Seperti halnya di negara lain, Code4 juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan war games di sejumlah instalasi militer, misalnya di Pusat Pendidikan Paspampres di Lawang Gintung (Bogor), lokasi latihan Kopassus TNI-AD di Situ Lembang (Bandung), Lapangan Tembak Paskhas TNI-AU di Lanud Sulaiman (Bandung), Kawasan Pelatihan Marinir di Karang Pilang (Jawa Timur), serta di Pangkalan Brimob, Kelapa Dua, Depok (Jawa Barat).

Meskipun sudah dikatakan berkembang baik, hingga saat ini permainan airsoft masih belum memiliki sistem penilaian yang baku. Apalagi, saat ini masih belum ada cara yang pas untuk mengetahui secara pasti seorang peserta yang terkena tembakan. Satu-satunya cara yang saat ini dipergunakan untuk mengetahui seorang peserta terkena tembak adalah pengakuan dari si peserta. Caranya, ya peserta diminta jujur, bila terkena peluru plastik itu, peserta mesti segera berteriak: “hit” Tipe permainan ini memang sportif dan fun, peserta tidak perlu ngotot untuk menjadi pemenang, ujar Irwan.

Sayang, permainan airsoft masih tergolong permainan mahal. Harga sebuah senjata airsoft tipe senapan serbu (rifles) paling murah Rp 4,5 juta. Sedangkan sebuah pistol (hand gun) dijual dengan harga terendah Rp 1 juta. Belum lagi perlengkapan lainnya: rompi, alat komunikasi, seragam, peluru, serta gas atau baterai untuk mengaktifkan senjata.

Kata orang, masa kanak-kanak tak pernah mati dalam diri kita. Airsoft game adalah salah satu buktinya. Dulu, kita bermain perang-perangan dengan senapan dari tangkai daun pisang atau sebilah bambu. Wajah pun dicoreng-moreng dengan arang, dan topi baju dibuat dari kertas koran. Kini, teknologi memungkinkan kita mengganti tangkai daun pisang dan bambu dengan senapan yang sangat mirip senjata sebenarnya.

KOMPETISI AIR SOFT GUN

Siang itu, Minggu 11 November 2007 di stadion mini Universitasimg_4741 Palangkaraya nampak dua regu pasukan saling menyerang, bergerak menyelinap diantara drum dan tumpukan ban-ban bekas menerobos ke daerah lawan dan mencoba melumpuhkan pertahanan musuh untuk merebut bendera pada benteng pertahanan. Baku tembak tidak dapat dihindarkan oleh kedua belah pihak, tet…tet…tet. Riuh sorakan penonton terdengar dari pinggir lapangan ketika salah seorang peserta terkena tembakan musuh. Ternyata itu hanyalah perlombaan olahraga dengan skenario pertempuran kategori perebutan bendera musuh (get the flag) dalam Event Airsoft Gun Competetion 2007 dengan sandi operasi Balck War yang diprakarsai oleh P.A.C (Palangkaraya Airsoft Club) dan didukung oleh Perbakin Kota Palangkaraya, PT. Jaya Bersama, Bunder Desaign, Petra Celuler, Djarum Black dan Kalteng Pos. Dalam perlombaan yang menggunakan airsoft gun (senjata reflika) menggunakan peluru dari butiran plastik ini diikuti 12 Tim, masing-masing : DA Team (Kalteng), Kapos Team (Kalteng), Predator (Kalteng), Falco Kehutanan (Kalteng), Djarum Team (Kalteng), Triple X (Kalteng), Samarinda Airsoft Team (SAS Kaltim), Awanglong Squad Tenggarong (AWS Kaltim), Rainbow Hill Airsoft Sangatta (Kutim), Beruang Madu Balikpapan (Kaltim), Tarakan Airsoft Gun Engagement Team (Target Tarakan).


Pada Event Airsoft Gun Competetion 2007 ini, selain kategori perebutan bendera musuh (get the fag) juga diperlombakan kategori tembak sasaran dan tembak reaksi serta army look (Peragaan busana). Tim-tim yang berlaga silih berganti menyelesaikan perlombaan dengan berbagai kategori meskipun acara sempat terhalang oleh hujan, namun para peserta tetap antusias menyelesaikan kompetisi. Ketua Panitia Anwar Sanusi mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk menjadikan olahraga airsoft gun sebagai kegiatan yang positif bagi masyarakat Palangka Raya. Selain itu, guna menciptakan wadah komunikasi antar pengemar olehraga airsoft gun se Kalimantan Tengah khususnya dan regional Kalimantan pada umumnya serta dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan pada bulan November 2007.

Akhirnya, kontingen airsoft gun asal Kalimantan Timur yang keluar sebagai Juara Umum disusul oleh DA Team (Kalteng) dan Falco Kehutanan (Kalteng). Adapun hasil Airsoft Gun Competetion 2007 dengan sandi operasi Balck War di Palangkaraya :

Kategori Perebutan Bendera Musuh (get the flag) :
Juara I : DA Team Palangkaraya
Juara II : Kaltim A
Juara III : Kaltim B

Kategori Tembak Target/Sasaran :
Juara I : Dito (Kaltim)
Juara II : Suwardi (Falco Kehutanan)
Juara III : Janu (DA Team Palangkaraya)

Kategori Tembak Reaksi :
Juara I : Dito (Kaltim)
Juara II : Suwardi (Falco Kehutanan)
Juara III : Janu (DA Team Palangkaraya)

The Best Team : Kaltim
The Best Player : Dito (Kaltim)

Model Army Look Cewek :
Juara I : Maharani
Juara II : Setni
Juara III : Herdian

Model Army Look Cowok :
Juara I : Beben
Juara II : Nobel
Juara III : Adit

Selamat buat para juara, terutama peserta dari Kalimantan Timur yang tidak sia-sia datang dari jauh. Dan yang pasti selamat buat komunitas penggemar airsoft gun Palangkaraya yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Bravo.

Tren Baru Penggemar Senjata Replika


JAKARTA – Hutan semak dan rerumputan itu betul-betul diliputi ketegangan. Beberapa orang berseragam hijau loreng terlihat mengendap-endap. Menghunus senapan mesin, matanya tajam mengawasi batas wilayah musuh di seberangnya.

Perlahan, jaraknya semakin dekat dan kian mendebarkan. Benar, saja. ”Serbu!” aba-aba seorang pria berpakaian dan masker hitam, dari balik semak. Sigap, ia berlari sambil memuntahkan pelurunya. Tampak, tiga rekannya memberikan tembakan perlindungan.
Terang, aksinya memicu berondongan senjata yang disertai teriakan-teriakan bernada penyerbuan antarkedua belah pihak. Sengit, dan cukup lama berlangsungnya.
Adegan seru tersebut bukanlah rekaman pertempuran di hutan pegunungan Nangroe Aceh Darussalam. Dua pihak berseteru tadi hanyalah ”perang-perangan” di antara para penggelut hobi Airsoft Gun atau penggemar koleksi senjata replika di hutan buatan Patriot, Tangerang. Sebuah tren baru di kalangan pria penggemar simulasi perang dan senjata di Indonesia.
”Awalnya, hobi ini dimulai di Amerika Serikat. Tetapi, pesatnya perkembangan industri Airsoft dan kolektor replika di Asia, jumlah penggemarnya justru meningkat di Jepang, Hong Kong, Taiwan dan Korea,” tutur Irwan H. Nursanto, penggagas berdirinya Code 4, sebuah klub penggemar Airsoft di Jakarta. Menurut Irwan, senjata yang dikumpulkan adalah senjata yang tak dapat digunakan atau hanya tiruan belaka dengan ukuran beragam.
Tapi kini, melihat bentuk, ukuran, berat maupun fungsinya, sudah kurang tepat lagi disebut replika. Kenyataannya, Airsoft bisa meniru bentuk dan tekstur asli, dan juga memiliki ukuran yang identik dengan perbandingan 1:1 dengan senjata api sebenarnya.
Kebanyakan senjatanya terbuat dari plastik kualitas tinggi berbahan ABS Resin atau ABS Plastics. Tetapi senjata itu pun bisa menggabungkan diri dengan aksesori dan part dari bahan logam. Jadi, jangan heran, jenis terakhir Airsoft telah tersedia dalam bentuk dan fitur full metal.

***
Merunut sejarahnya, produsen mainan di Asia adalah produsen pertama Airsoft. Mereka mengembangkan sistem pegas untuk melontarkan peluru 6 mm yang kerap digunakan dalam Airsoft. Namun produksinya masih terbatas pada jenis pistol, itu pun hanya bisa menembakkan satu peluru per tembakan.
Sebutlah pistol mainan jenis Smith & Wesson 9 mm. Pada era 1987, ”Si Bongkok” yang dipakai dalam film Miami Vice itu cukup banyak penggemarnya, termasuk Irwan. Untungnya, pistol pegas ini sudah beredar di toko-toko mainan di Indonesia. Jenisnya pun semakin beragam, sehingga mudah ditemukan, termasuk jenis Colt 45, Smith & Wesson, Beretta, Dessert Eagle, Cougar.
Menjelang akhir 1997, perkembangan senjata mainan terus meningkat. Tak cuma pistol, namun juga merambah ke jenis SMG – Small Machine Gun (senapan ringan otomatis) dan Rifles (senapan serbu). Maka, beredarlah jenis senjata macam H&K MP5-A3, M-16 A1, Scorpion, UZI, Ingram di Indonesia. ”Paling mantap MP-5, bisa pakai red pointer dan flash light untuk peperangan di malam hari,” terang Irwan pengoleksi replika laras jenis M-4 A1, Ingram M-11, serta handgun Baretta M-92, Glock-17, USP Compat dan STI Highbrid itu.
Boleh jadi, sejak itulah Airsoft berkembang pesat. Maklum, produk-produknya sudah menggunakan gas khusus (CFC/HFC) sebagai tenaganya. Memang, konsepnya masih meniru sistem airgun (senjata gas) asli. Namun peniruannya hanya mengambil dari senjata bertipe gas khusus bertekanan rendah, alhasil hanya memuntahkan peluru plastik 6 mm.
”Sebetulnya, airgun sendiri bisa menembakkan peluru logam dengan bentuk dan ukuran yang sama, apalagi jenis-jenisnya semakin berkembang,” imbuh pria kelahiran Bandung 17 Oktober 1970 itu. Kala itu, jenis pistol dan senapan mesin sudah memakai sistem gas, tapi sayangnya cenderung menjadi tidak realistik. Pasalnya, jika jenis pistol menggunakan magazine sebagai wadah penyimpan gasnya, tipe senapan mesin justru memakai pipa yang terhubung pada tabung gas.
Canggih, realistik dan bertenaga. Itulah Airsoft kini. Dari segi berat pun semakin mirip dengan berat senjata aslinya. Realistik, sebab sudah diterapkannya sistem blowback (memberikan hentakan cukup besar ketika menembakkan peluru).
Akurasi penembakan pun semakin baik dengan hadirnya sistem Hop-Up. ”Sistem inilah yang bikin peluru meluncur lurus pada jarak yang lebih jauh,” imbuh Irwan. Bahkan, masih menurut Irwan, untuk beberapa jenis pistol bisa memuntahkan peluru sekaligus secara otomatis (trigger), seperti pada senapan mesin yang sebenarnya.
Pada beberapa senjata tipe lama, jarak tembak efektifnya berkisar hanya 5 sampai 10 meter. Tapi kini, kemampuan senapan Airsoft bisa mencapai jarak efektif hingga 30 meter. Malah tipe modifikasinya dapat meluncur deras sampai jarak 50 meter.
Jarak rata-rata efektif senjata mainan jenis pistol berkisar 10 meter. Sementara jenis senjata bertenaga elektrik seperti senapan mesin ringan SMG atau serbu bisa mencapai 20 meter.

Kian Canggih
Seiring pesatnya kemajuan teknologi, Airsoft pun menerapkan penggunaan komponen elektronik dan tenaga listrik dengan part yang juga semakin canggih. Di kalangan penggemar Airsoft, jenis ini biasa disebut AEG (Automatic Electric Gun).
”AEG bisa melontarkan peluru secara otomatik dan elektronik,” ungkap Irwan. Hebatnya, hanya senapan jenis inilah yang dapat merengkuh jarak tembak terjauh dengan kecepatan lebih cepat dari produk yang sudah dijelaskan Irwan sebelumnya.
Sebagai tenaga pelontar peluru, AEG menggunakan baterai 8.4 sampai 12 volt (modifikasi) dengan kapasitas 600 mAH sampai 3.000 mAH (modifikasi). Baterai yang lazim digunakan adalah jenis NiCD seperti baterai pada radio control sebesar 8.4 sampai 9.6 volt berkapasitas standar 600 mAH hingga 1.300 mAH.
Mereka yang kadung menggemari koleksi replika tentu berdecak kagum akan kecanggihan AEG. Apalagi, jika melihat jenis terakhirnya yang sudah terbuat dari bahan logam. Beratnya mirip senjata aslinya, dengan tingkat kemiripan rata-rata sekitar 70 sampai 80 persen atau 98 hingga 102% pada tipe full metal.
”Pada akhirnya, Airsoft lebih mendekati simulasi militer, ketimbang main perang-perangan,” tambah Irwan, tersenyum. Kian serupa dengan aslinya, membuat Airsoft kian terlihat sangar, meskipun hanya memuntahkan proyektil peluru tiruan berbahan plastik berukuran 6 mm.
Dengan power yang kecil, beberapa senapan tipe lama menggunakan peluru seberat 10 gram. Sementara itu, tipe peluru 10 sampai 25 gram lazim dipakai pada senjata mainan yang beredar hingga detik ini.
Lain halnya dengan tipe peluru 30 sampai 45 gram. Terbuat dari material plastik khusus atau logam, tipe ini kerap digunakan pada senjata mainan yang telah dimodifikasi macam AEG.
Namun jangan salah, peluru berbentuk bulat dengan berat 10 sampai 45 gram itu bisa membuat kulit korban yang tertembak memar kemerahan. Maklumlah, kecepatan rata-rata peluru pada senjata tipe lama saja mencapai 250 fps (feet per-second), sedangkan tipe terakhir berkisar sampai 350 fps. Sebagai catatan, kecepatan 350 fps ke atas merupakan tembakan pada senjata hasil modifikasi.
Jika dikonversikan, kecepatan peluru 250 fps kira-kira sekitar 75m/detik, dan kecepatan 350 fps, -kecepatan yang lazim pada tipe senjata mainan Airsoft terkini kira-kira sekitar 105 m/detik. Kalau sudah begini, bisa Anda bayangkan adrenalin yang berloncatan, saat dihadang musuh di jarak tembak sepuluh meter?

HARGA-HARGA PERALATAN AIR SOFT GUN

BARRACKS Airsoft
081330131313 – 03170404040
http://barracksairsoft.com
http://barracksairsoft.com/newitems

Procedure:
Retail = no minimum order + bonus gas per item handgun
Rare Item = no bonus gas

How to order:
Hubungi kami melalui email atau sms..
Transfer hari ini, konfirmasi, barang kami kirim paling lambat jam 15:00

———
GAS:
———
Gas GreenGas 1000ml / Toyjack 1100ml = 150,000
KWC Green Gas 1000ml = 190,000
Gas G-1000 New Poweful Formula = Tokyo Marui Bomber Gas = 250,000

——————-
M9 FAMILY:
——————-
KJWorks M9 = 2,000,000
KJWorks M9 Silver = 2,200,000
KJWorks M9 Tactical Edition = 2,500,000
KJWorks M9 Full Metal Black = 3,000,000
KJWorks M9 Full Metal Silver = 3,000,000 [rare item]
KJWorks M8000 = 2,000,000
KJWorks M8000 Silver = 2,200,000
STTi M9 Non Blowback Silver = 550,000 [rare item]

M9 Paket:
—————-
KJWorks M9 Full Metal Modified = 3,500,000
(1pc M9 Full Metal + 1pc GnP Tactical Rail + 1pc Tactical Grip Kayu + 1pc Green Gas)

KJWorks M9 Dual Tone Pair = 4,500,000
(1pc M9 + 1pc M9 Tactical + 2pcs Green Gas)

KJWorks M8000 Silver = 4,000,000
(2pcs M8000 Silver + 2pcs Green Gas)

—————————-
GLOCK FAMILY:
—————————-
KJWorks G23 Silver Metal Slide Polish = 3,000,000

———————
WE FAMILY:
———————
WE M1911 Full Metal Colt Government = 3,000,000
WE M1911 Full Metal Colt Government (marking) = 3,500,000 [rare item]
PARA 14.45 FULL METAL W/ ALUMINIUM SLIDE = 3,450,000
HI CAPA 3.8 BABY SILVER HOLLOW OUT SLIDE = 3,575,000
ALUMINIUM SLIDE HI CAPA 4.3 VERSION (MARKING) = 3,575,000
ALUMINIUM SLIDE HI CAPA 4.3 VERSION = 3,575,000
M1911 TACTICAL 3.8 FULL METAL W/ ALUMINIUM SLIDE = 3,325,000
HI CAPA 5.1 II = 3,575,000
HI CAPA 5.1AC COLOR SILVER = 3,575,000
HI CAPA 5.1BB COLOR BLACK = 3,575,000
HI CAPA 5.1K = 3,575,000
HI CAPA 5.2K VERSION = 3,975,000

———————–
KWC FAMILY:
———————–
KWC gbb P99 = 2,000,000
KWC Desert Eagle 5.0 gbb Metal Slide = 3,800,000

———————–
CO2 FAMILY:
———————–
WE HiCapa 5.1 Full Metal CO2 = 3,500,000
KJWorks M1934 Full Metal w/ CO2 Magazine = 2,500,000
KWC CO2 Zigma mtl sld gbb with silencer and case = 3,750,000
KWC CO2 Desert Eagle 5.0 mtl sld gbb with case = 4,350,000
KWC CO2 M92FS Barreta mtl slide with case = 3,750,000
KWC CO2 Mini Uzi metal version with case = 5,300,000
KWC CO2 Fixed slide metal Sig Pro = 1,150,000
KWC CO2 Fixed slide Taurus = 1,150,000

——————————-
UHC Gas Revolver
——————————-
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(M-586 4") = 1,500,000
(M-29 6") = 1,500,000
(M-29 4") = 1,500,000

——————————
UHC Air Revolver
——————————
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(M-357 2.5") = 775,000
(M-19 6") = 925,000
(M-19 4") = 775,000

———————–
UHC Gas Gun
———————–
ABS HEAVY WEIGHT AS REAL AS ORIGINAL
(VP-70M) Gas Blowback (Limited Edition = Tanio Koba) = 4,325,000

————–
PARTS:
————–
Magazine
KWC extra mag co2 Zigma series = 950,000
KWC extra mag co2 Desert Eagle series = 1,050,000
KWC extra mag co2 Baretta = 1,050,000
KWC extra mag co2 Mini Uzi = 1,175,000
KWC extra mag co2 Sig Pro = 650,000
KWC extra mag co2 Taurus = 650,000
KWC extra mag gbb Zigma = 525,000
KWC gbb P99 mag = 525,000
KWC Desert Eagle 5.0 gbb magazine standard = 625,000
WE M1911 MAGAZINE = 650,000
WE CO2 MAGAZINE = 1,150,000
WE GAS MAGAZINE FOR 3.8 = 725,000
WE GAS MAGAZINE FOR 5.1 / 4.3 = 725,000
Shell Revolver
KWC Shell cartridge for revolver series = 120,000
UHC Extra cartridge shell for revolver series = 75,000
Inner Parts
KWC Gas Valve for CO2 series = 200,000
KWC Gas Parts includes 250ml 134a Gas = 550,000
Slide
M1911 METAL SLIDE PART 3.8 FOR JE-45CQB = 1,050,000
M1911 METAL SLIDE WITH BARREL FOR JE-1911 = 2,100,000

————————————-
COLLECTORS EDITION:
————————————-
WE Baby HiCapa 3.8 Full Metal All Silver (body n grip) (marking slide w/ hole) = 3,500,000 [rare item]
KJWorks M9 Dual Tone Full Metal w/ tactical grip = 4,500,000 [rare item]
KJWorks M9 Dual Tone Full Metal Tactical Edition w/ tactical grip = 4,000,000 [rare item]
SRC AK47C Gold 24k Wood Limited Edition = 15,000,000 [rare item]
GAMO Spain Revolver Chief 2,5′ CO2 4,5mm (peluru senapan angin bulat n pellet) = 15,000,000 [rare item]
Tanaka Revolver Chief’s Special Black S&W M36.38spl Heavy Weight = 5,000,000 [rare item]
Tanaka Revolver Chief’s Special Silver S&W M60.38spl = 5,500,000 [rare item]
A&K Minimi M249 PARA = 4,400,000
A&K Minimi M249 MK2 = 4,400,000
Super Gas X-9 SWAT (complete set) = 5,000,000
Super Gas 9 without biports and tele = 2,700,000

ALL STOCK READY AND LIMITED!!!

NB:
Maaf kalo harganya mahal J J J

—————————————————————
BARRACKS Airsoft
Contact Person : eCkHo
Email :
me@barracksairsoft.com (primary)
eckhoeye@gmail.com
Phone :
Call&SMS: 081330131313, 03170404040
Call Only: 03160301313, 08884960379
Online:
http://barracksairsoft.com
http://barracksairsoft.com/ne witems
—————————————————————

RESE LLER? CONTACT US FOR BEST PRICE…
Negara Asal:Indonesia
Cara Pembayaran:Transfer Bank (T/T)
Jumlah:Sangat-sangat terbatas!

Harga: Mahal
Kontak: Tn. eCkHo
Telepon/Ponsel: 031-70404040 / 031-60301313, 081330131313
Alamat: Dharma Rakyat III/21 Tambaksari
Kota: Surabaya 60136, Jawa Timur – Gerbangkertasusila
Situs Web: http://barracksairsoft.com



By. Zie OPCC

AIRSOFT II

AIRSOFT II

AK-Spetsnaz (TM) Airsoft

MY AEG – AK 47-SPETNAZ

xcelerator-red-1024-w

INFINITY XCELERATOR

Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, saya pertama kali menjumpai mainan pistol yang diisi dengan gas dan peluru plastik bulat diameter 6 mm. Pada waktu itu mainan semacam ini belum banyak jumlahnya. Kalaupun ada mungkin hanya tidak lebih dari 10 buah. Saya beruntung memiliki beberapa macam pistol mainan semacam itu. Airsoft-gun, demikian sebutannya, sudah saya koleksi sejak tahun 1980-an. Meskipun system operasinya masih pakai kokang (pakai per), saya sudah punya beberapa koleksinya. Sebagian besar saya dapatkan dari teman yang pulang dari Hongkong. Hongkong adalah surganya airsoft-gun, karena di Hongkong harganya lebih murah dibandingkan dengan harga negeri asalnya, Jepang. Di Hongkong ada beberapa tempat yang menjual airsoft-gun. Yang agak miring harganya di Pak Kie ada toko mainan yang bernama Mung-Kok Toys, Sin Sei di Sing Sa Cui, juga New Matei. Di City Plaza juga ada tetapi harganya lebih mahal.

stealth-maskTahun 80-an, di Jepang dan Hongkong anak-anak sudah mulai bermain airsoft-gun, termasuk juga orang-orang dewasanya. Di Indonesia, pada masa itu belum ada komunitas airsoft-gun. Yang ada adalah para pemburu airsoft-gun, yang akhirnya menjadi kolektor airsoft-gun. Setiap ada yang pulang dari luar negeri dan membawa barang baru pasti saya kebagian. Maksudnya saya diberi kesempatan untuk memilikinya dengan cara membeli. Jika sudah ada airsoft-gun baru, setelah melihat barangnya, saya bisa meriang siang-malam kalau belum punya uang untuk membelinya. Hahahaha………. Sub-machine gun pertama saya adalah KG-9 buatan Maruzen. Dengan system per, senjata ini sudah memakai magasin yang mirip aslinya. Terbuat dari besi, dan ada proyektilnya juga. Tapi masih manual alias tidak otomatis. Kokang, tembak….proyektil melompat keluar, kokang lagi dan seterusnya. Cukup gaya untuk jaman itu.

Tahun 1983 saya punya pistol dengan memakai gas CO2, Magnum 537. Itu adalah airsoft-gun pertama saya yang menggunakan system gas.

Automatic Electric Gun (AEG) pertama saya adalah FAMAS 5.51-F1 buatan Tokyo Marui, sxxhfc134_jpgaya dapatkan tahun 1990. Motornya masih menggunakan type EG-560. Setahun kemudian saya beli lagi FAMAS SUPER VERSION dan H&K MP5 SD6, kedua-duanya buatan Tokyo Marui. Untuk hand-gun perkembangan koleksi saya malah lebih kencang. Dari tahun 1983 hingga tahun 1995, saya sudah punya 10 jenis Gas BB-handgun dari berbagai produk. Tokyo Marui, KSC, Omega, Yonezawa, dan Kuan Ju.

Tahun 2000-qn airsoft-gun semakin marak masuk ke Indonesia sehingga memudahkan perolehan barang mainan idaman, sekaligus semakin mudah pula untuk menghabiskan isi kantong.

Berikut ini saya sampaikan cuplikan tentang airsoft-gun berikut komunitasnya yang ada di Indonesia. Berminat membacanya ? Klik airsoftgun21 (thank’s pak Kris untuk artikelnya)

Tahun 2002, saya beli di Surabaya 1 buah MP5-A5, 1 buah M4-A1, AK-Spetnaz, dan 2 buah pistol Infinity Xcelerator (1 warna hitam dan 1 warna chrome). Puas banget kayaknya bisa beli apa yang kita sukai…………….hehehehe. Tidak seperti jaman dulu, mau jenis airsoft-gun tertentu mesti pesan melalui teman yang akan berangkat ke Hongkong.

Sejak itu saya mulai melengkapi koleksi dengan gear-gear yang sekarang banyak sekali, mulai dari sepatu bot, helmet, balaclava, holster, finger clove, rompi, seragam loreng dan sebagainya.

tac-vg1cbk-011Nah sekarang sudah lengkap semuanya dan sudah df-m26preod-new-lsiap……………..tempur !!!! Kita sering menyebut diri sebagai "Week-end Soldier". Karena aktifnya cuma di akhir pekan. Setiap akhir pekan sekarang ini kita akan banyak menjumapai para pria-pria dewasa berpakaian seragam prajurit lengkap bak Tentara Amerika dengan peralatan yang mahal, mewah dan modist. Tentara beneran dari TNI saja suka ngiler kalau melihat perlengkapan para airsoft-guner’s ini. Semua asesoris kebanyakan masih import dan harganya pun bisa bikin lidah mendecak. Asesoris yang cukup murah bisa diperoleh di Bandung atau di Proyek Senen. Atau beruru ke koperasinya Kopassus di Cijantung.

Saat ini koleksi airsoft-gun saya sudah cukup banyak, untuk BB-Gas Handgun Blow-back ada sekitar 20 item, yang masih pakai per ada 10 jenis. AEG Rifle ada 9 item, semuanya buatan Jepang dan Taiwan. Produk china belum punya. Jadi sepertinya saya sudah siap untuk buka counter airsoft-gun di mal-mal………………….hahahaha.


By. Zie OPCC

Apa itu AIRSOFT GUN ?

Apa itu AIRSOFT GUN ?

Image

Mungkin Anda pernah dipamerkan sebuah senjata serbu yang tampangnya menyeramkan oleh rekan Anda. Tetapi begitu rekan Anda menekan triggernya, bukan kerasnya suara ledakan yang terdengar, melainkan suara lembut berbunyi rrrrrrrrrrrrrrrrrtttttttt.. saja. Sambil tertawa-tawa rekan Anda menjelaskan, bahwa senjata tersebut bukanlah senjata betulan, melainkan hanya mainan senjata replika airsoft gun yang menjadi semakin populer dewasa ini.
Kalau Anda perhatikan gambar diatas, sepintas mungkin Anda akan menyangka bahwa gambar diatas merupakan foto sebuah senapan serbu modern milik Angkatan Bersenjata Amerika, tapi kalau diperhatikan lebih jeli lagi, Anda akan melihat sebentuk kabel yang terhubung dari magazine kedalam badan senjata tersebut. Pada jenis tersebut, kabel tersebut menghubungkan batere sumber tenaga penggerak ke unit mekanik didalam airsoft gun tersebut. Hebat bukan??
Mainan senjata replika tersebut adalah airsoft gun. Airsoft gun adalah mainan senjata replika yang berukuran 1:1 dengan jenis senjata aslinya. Mainan replika airsoft gun mengadopsi beragam jenis senjata-senjata yang ada di dunia, baik dari jenis pistol, revolver, submachine gun, assault rifle, sniper rifle, shotgun sampai bazooka.
Walaupun termasuk kategori mainan, airsoft gun juga mampu memuntahkan peluru plastik bulat berukuran 6mm (biasa disebut bb, red.) baik secara satu persatu (single action), semi otomatis maupun full automatic.

Material inti dari airsoft gun sebagian besar terbuat dari bahan ABS resin (seperti bahan yang digunakan pada handphone), yang dikombinasikan dengan alluminum alloy, dan zinc.
Berat rata-rata jenis airsoft gun berkisar antara 70% hingga 90% dari berat senjata aslinya.
Kadangkala, supaya mendekati berat senjata aslinya, pada jenis-jenis tertentu, magazine pada airsoft gun jenis pistol dibuat dengan berat yang lebih berat ketimbang magazine senjata aslinya.

Digerakkan Oleh Hembusan Udara
Pada dasarnya, airsoft gun digerakkan oleh hembusan udara yang dihasilkan oleh piston yang digerakkan oleh pengokang pada jenis spring gun (SPG), oleh motor yang digerakkan oleh baterai pada jenis electric gun (EG: Electric Gun/AEG:Automatic Electric Gun) atau hembusan gas (freon) pada jenis Gas Blowback Gun (GBB).
Hembusan udara tersebut, memutar bb bulat berukuran 6mm dalam laras airsoft gun agar laju bb tersebut bisa semakin akurat. Fasilitas ini dinamakan fasilitas Hop-Up, yang sudah banyak diadaptasi oleh mainan airsoft gun dewasa ini.
Seperti dijelaskan pada uraian diatas, sistim penggerak pada airsoft gun membaginya menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu;
Spring Gun (SPG) – Penggerak dengan menggunakan sistim pegas/per.
Gas Blowback Gun (GBB) – Penggerak dengan menggunakan sistim gas, dan
Automatic Electric Gun (AEG) atau Electric Gun (EG) – Penggerak dengan menggunakan sistim motor yang digerakkan oleh baterai.

Mekanisme spring (pegas/per) biasanya diterapkan pada model-model airsoft gun jenis awal yang banyak diadaptasi pada mainan jenis pistol. Dengan menarik slide-nya, otomatis Anda mengokang pistol tersebut. Anda harus mengokang kembali pistol Anda jika Anda hendak menembakkannya kembali. Beberapa jenis pistol spring antara lain dari type Glock 17, Sig P228, Colt GM MKIV/70, H&K P7, dll.
Mekanisme jenis ini juga banyak diadaptasi untuk jenis bolt action rifle, seperti jenis APS2, M24 Police Sniper, M82 Barret, M1 Carbine, dll.
Jenis Gas Blowback Seperti namanya, jenis ini menggunakan gas untuk menghembuskan gas jenis freon (HFC 134/R22) yang akan meniupkan bb 6mm tersebut. Kelebihan jenis ini adalah efek hentakan (recoil) atau blowback yang ditimbulkannya bagi banyak penggemar menghasilkan sensasi yang tersendiri dibandingkan jenis lainnya.
Jenis GBB ini merupakan type airsoft gun paling populer karena banyak diterapkan pada jenis replika senjata laras pendek (pistol).
Jenis yang diproduksipun ratusan jumlahnya, replika dari senjata terkenal seperti Colt SAA, Deringer, S&W M249, Colt 1911-A1, Glock 17, Glock 26, Sig Sauer P226, Walther PPK/S, Walther P99, UZI, M11 Ingram (inzet), dan masih banyak lagi.
Image Percaya atau tidak, foto ini adalah foto airsoft gun M11 Ingram yang dibuat oleh KSC Corporation, Jepang.
Jenis Electric Gun merupakan Jenis terkini yang juga sangat populer. Disebut electric gun karena mekanisme pendorong tenaganya digerakkan oleh motor (dynamo) yang digerakkan oleh tenaga baterai yang mendorong piston untuk bergerak maju/mundur menghembuskan bb 6mm agra segera meluncur di dalam laras.
Jenis electric gun sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu; EG (Electric Gun) yang tidak menghasilkan fungsi full automatic pada senjata yang mengusung sistim tersebut dan AEG (Automatic Electric Gun) yang mampu memberondongkan ratusan peluru secara full automatic.
Type EG banyak diadaptasi oleh jenis pistol, dan digerakkan oleh 4 (empat) buah batere AAA dan sebuah dynamo kecil saja. Jadi, jika Anda mengharapkan sensasi tertentu dari jenis ini, silahkan kecewa. Karena jenis ini tidak se-reliable kakaknya dari jenis AEG. Dessert Eagle, Beretta M92FS, merupakan contoh dari seri electric gun ini.
Jika Anda seorang pemula atau seorang kolektor, jenis ini bisa Anda miliki sebagai barang koleksi.
Walaupun mekanismenya kurang realistis, jenis ini memiliki marking (tanda/cap) yang sama dengan senjata aslinya hingga cukup layak dikoleksi ketimbang produk lain yang lebih mahal.

Jenis yang memiliki mekanisme lebih maju dipegang oleh type AEG (Automatic Electric Gun). Selain mengusung motor berkekuatan tinggi, sumber tenaga yang digunakan juga merupakan batere kering dari jenis NiCad (Nickel Cadmium) atau NiMH (Nickel Metal Hybrid) yang biasa digunakan pada telpon selular (tetapi memiliki kemampuan lebih tinggi).

Image

Seperti pada penampang diatas, baterai akan menggerakkan motor yang dengan mekanisme mekanik akan menggerakkan piston yang akan bergerak maju-mundur melesatkan bb 6mm melalui larasnya.
Dengan baterai berkapasitas 600mAH hingga 3300mAH, dengan kekuatan 8,2V hingga 12V, ribuan butir bb plastik 6mm bisa dimuntahkan tanpa perlu mengisi ulang (charging) baterai. Alasan ini juga yang membuat banyak hobbyist mengkoleksinya untuk digunakan dalam permainan perang-perangan (airsoft wargames).
Anda penggemar film-film perang atau film action seperti Black Hawk Down, S.W.A.T, Windtalkers, We Were Soldier, The Rock, Navy Seals, The Heat, Bad Boys, dll. Kini dapat memiliki replika senjata-senjata yang banyak digunakan pada film-film tersebut.
Sebut saja M16-A1, M16-A2, M4A1 Carbine, M733, XM177E2, MP5-SD6, MP5-A5, AK47, Steyr AUG, FAMAS, dan banyak jenis lainnya telah diproduksi dalam jenis AEG-nya.

Beda Harga Beda Kualitas
Rata-rata airsoft gun diproduksi oleh produsen dari Jepang. Fabrikan-fabrikan airsoft terkemuka seperti Tokyo Marui, KSC, Maruzen, TOP, Hudson, dll dan juga beragam produsen aksesoris/custom shop seperti First Factory, Noda-ya, Sheriff, PDI seakan saling berlomba menciptakan/memproduksi beragam jenis replika senjata airsoft gun dengan kualitas yang terjaga.

Desain yang benar, bentuk yang sesuai, mekanisme penggerak yang baik dan tentu saja izin/lisensi dari pabrik pembuat senjata aslinya menjadikan produk-produk Jepang memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang produk-produk dari Taiwan, Korea, Hong Kong atau bahkan dari China.
Kalau produk airsoft gun dengan mekanisme sederhana, bentuk yang kurang menyerupai senjata aslinya dan menggunakan material dari bahan murahan bisa seharga puluhan ribu rupiah di pasar-pasar/toko mainan, produk airsoft gun dari Jepang ini bisa membanderol harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah.
Anda harus jeli memperhatikan jenis-jenis airsoft gun, jika Anda memiliki tujuan untuk mengkoleksinya. Beberapa jenis buatan Taiwan, Korea atau China, kadangkala dapat merubah bentuk hanya sepintas mirip senjata aslinya saja.
Dan perbedaan paling jelas, tentu saja rata-rata produk Taiwan, Korea atau China belum memiliki lisensi dari pabrik pembuat senjata aslinya, sehingga mereka rata-rata hanya meniru bentuk, tetapi tanpa merk/brand atau marking.
Selain itu, material yang digunakan tentu saja berbeda. Mungkin tidak dapat diceritakan semuanya disini, Anda patut melihat, menimang dan menilainya sendiri.

Produsen Airsoft Jepang antara lain; Tokyo Marui, Maruzen, KSC, Shoei, Hudson, TOP, Tanaka, MGC, Marushin, dll. Sedangkan produsen dari Taiwan antara lain ICS, UHC, KHC, KWC, KWA, dll. Produsen dari Korea antara lain Monica Airsoft, Academy, Toystar, dll.

Bukan Untuk Senjata Beladiri
Walaupun bentuknya menyerupai bentuk aslinya, airsoft gun tetaplah merupakan sebuah mainan. Rancang bangun dan mekanisme dari airsoft gun sangatlah berbeda dengan senjata aslinya. Selain material yang digunakannya, sistim penggeraknya dirancang hanya sebagai mainan untuk koleksi ataupun olahraga (permainan peperangan) saja.
Rata-rata airsoft gun standard pabrik menghasilkan energi sebesar 1 joule, dengan kecepatan lesat bb (muzzle velocity) sekitar 280fps s/d 330fps (atau antara 90m/detik s/d 100m/detik).
Daya jangkau efektif rata-rata untuk jenis SPG adalah 5m, 10m untuk untuk GBB dan 20m untuk AEG.

Dengan mekanisme internal airsoft gun, bentuk dan material bb, energi yang dihasilkan dan jarak jangkaunya yang relatif pendek, mainan airsoft gun ini hanya mampu menghasilkan memar merah jika terkena pada bagian tubuh.
Tentu saja hal ini bisa berbeda ketika mengenai bagian mata atau muka dari jarak dekat. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan cedera serius pada pengguna yang terkena. Jangankan airsoft gun, sebuah garpu-pun kalau disalahgunakan dapat mengakibatkan cedera serius.
Untuk menghindari penyalahgunaan tersebut, AirsoftLand, melalui PT. Tiga Tunggal Sejati, yang juga merupakan importir senjata api resmi di Indonesia, telah melalui serangkaian ujicoba di MABES POLRI untuk menguji airsoft gun ini. Airsoft Gun telah dikategorikan sebagai mainan dengan peruntukkan untuk koleksi dan olahraga saja dengan batasan-batasan terhadap kepemilikannya.

Kepemilikan airsoft gun diizinkan dengan peraturan pembatasan umur (18+), pendataan pemilik, dan disertai surat keterangan yang memuat peraturan yang tidak memperkenankan mainan ini untuk dibawa-bawa.
Peraturan tersebut penting untuk ditaati agar tidak terjadi penyalahgunaan dari peruntukan kepemilikan mainan airsoft gun itu sendiri. Kepemilikan tidak resmi, seperti pembelian pada importir/pedagang tidak resmi dapat menimbulkan dampak negatif jika terjadi penyalahgunaan dari airsoft gun ini, yang tentu saja pada akhirnya nanti akan merugikan para pengguna/hobbyist airsoft itu sendiri.
Pembelian airsoft gun wajib menyertakan fotokopi KTP/SIM yang masih berlaku. Pas foto 2x3 sebanyak 4 (empat) lembar. Mengisi dan menandatangani formulir pemilikan.

Sebagian besar hobbyist airsoft menggunakan airsoft gun sebagai sarana dalam bermain perang-perangan (airsoft wargames) atau sebagai barang koleksi.
Sebagai benda koleksi, airsoft gun memang indah dipajang di ruang tamu maupun ruang kantor Anda.
Selain itu, rekan-rekan hobbyist airsoft, menggunakan perlengkapan militer lengkap dan tak lupa dengan perangkat airsoft gun-nya,untuk bermain peperangan (airsoft wargames) layaknya serdadu tempur maupun special forces unit.

Berdandan layaknya seorang serdadu, bermain peperangan, mengkoleksi jenis-jenis mainan senjata replika airsoft gun telah menjadi bagian dari seorang hobbyist airsoft. Bersama-sama dengan rekan sehobby, para hobbyist airsoft berkumpul, bermain dan bersama-sama membuat sebuah klub airsoft wargames.
Bragam klub atau perkumpulan penggemar airsoft wargames banyak bermunculan. Di Jakarta ada Code 4 Wargame Club, C-Company, Infinity, dll. Di kota lain seperti Surabaya, ada S.A.T (Surabaya Airsoft Team), C-4, G-Team, Yogyakarta ada Defcon 6, Medan dengan M.A.C (Medan Airsoft Club) dan Bandung dengan BAB (Barudak Airsoft Bandung). Selain dari klub-klub tersebut, masih banyak lagi klub-klub atau kelompok-kelompok yang menggandrungi airsoft gun ini.
Uniknya, secara rutin, minimal setahun sekali, para penggemar permainan airsoft tersebut saling bertemu dan berkumpul, untuk bermain bersama di tempat-tempat yang disiapkan oleh penyelenggara.
Tahun 2003 lalu, Code 4 Wargame Club mengundang rekan-rekan sehobby untuk berkumpul dan bermain bersama di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat. Pertemuan tersebut melibatkan 75 (tujuh puluh lima) orang peserta dari Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan Bandung.
Mereka bermalam dalam tenda-tenda dua hari tiga malam dan bermain peperangan seperti layaknya pasukan yang sedang bertempur.

Jenis-Jenis Mainan Senjata Replika Airsoft Gun
Beragam jenis replika airsoft gun tersedia di dunia. Ratusan jenis pistol atau revolver dan puluhan jenis senapan dibuat oleh beberapa fabrikan dari Jepang, Korea, Taiwan atau Hongkong. Beberapa contohnya antara lain;

Sniper Rifles
• H&K PSG1
• H&K G3/SG1
• M82 Barret
• APS2
• M24
• dll

Assault Rifles
• Colt M16-A1, A2
• Colt XM177E2
• Colt AR15
• Colt M4A1 Carbine/RIS
• AK47/47S
• Steyr AUG
• FAMAS
• H&K G3/A3, A4
• FN P90
• Dll.

Submachine Gun
• H&K MP5-A2, A3, A4, A5
• Steyr TMP/SPP
• UZI
• M11 Ingram
• Dll

Machine Gun
• M60
• FN M249 Minimi
• MG42
• Dll

Handgun
• Colt 1911-A1, GM MKIV/70
• Glock 17, 18C, 19, 23, 26, 34
• Sig Sauer P226, P228, 2340
• Smith & Wesson Sigma
• Walther P99, PPK/S
• Beretta M92FS, M9 Mil, M1932, Cougar
• Strayer Voight SV Infinity
• STI Edge, Eagle
• Para Ordnance P14
• Tokarev T-33
• Dessert Eagle
• Dll

Shotgun
• Benelli M3 Super 90
• SPAS 12
• Remington M700
• Mossberg
• Dll
Dan masih banyak lagi…


Download: Complete Airsoft_Gun.pdf

Related link: http://www.tokyo-marui.co.jp/products/index.html




M55xp_ME45xp_M65xp_S75xp_SL75xp_SK6Rxp_SX1



By. Zie OPCC

Airsoft Gun: Hobi, Komunitas, dan Tanggung Jawab

Airsoft Gun: Hobi, Komunitas, dan Tanggung Jawab

Airsoft Gun: Hobi, Komunitas, dan Tanggung Jawab Hobi yang satu ini mulai menjamur hampir di seluruh nusantara. Permainan dengan replika senapan militer berbagai jenis ini cukup menarik perhatian terutama di kalangan pria.

Bagi yang belum familiar dengan airsoft gun, tidak ada salahnya mencoba menengok sedikit informasi tentang hobi yang menarik bagi sebagian orang ini.

Airsoft gun atau air hobby gun adalah mainan replika senjata api yang dibuat sangat mirip dengan aslinya. Mainan ini menggunakan peluru berupa pelet plastik kaliber 6mm.

Permainan ini dikembangkan di Jepang sejak 1970 untuk mengakomodasi kebutuhan para penggemarnya karena adanya peraturan tidak boleh memiliki senjata api di kalangan sipil.

Jenis replika senjata ini banyak sekali, dari handgun, assault riffle, bahkan hingga senjata mesin berat dan granat. Semua replika tersebut tetap menggunakan peluru pelet plastik 6mm.

Sumber tenaga airsoft ini menggunakan angin yang bisa diperoleh dari baterai (AEG), gas, ataupun kokang (spring action). Konsep dasarnya adalah memberikan dorongan kepada peluru dengan tenaga angin agar peluru tersebut melesat mencapai sasaran.

Beberapa kalangan masih memperdebatkan tentang legalitas dari hobby ini, mengingat bahwa senjata ini merupakan replika dari senjata api. Di beberapa negara, sudah memiliki peraturan yang lebih jelas tentang eksistensi dari hobi ini. Peraturan yang diberlakukan bisa berupa larangan total, kebutuhan ijin khusus pemilik airsoft, penambahan identifikasi khusus pada senapan (untuk membedakan dengan senjata api asli), dan batas kekuatan lontaran peluru (diukur dengan joule).

Untuk memainkannya, airsoft gun tidak hanya membutuhkan peluru dan senapan, tapi juga membutuhkan gear tambahan untuk menjaga keselamatan pemain. Gear tersebut meliputi pakaian, jaket (atau vest), mask, gogle, dll. Peralatan ini selain melindungi, bisa juga dijadikan untuk identifikasi anggota tim yang sama saat bermain.

Dalam menggeluti hobi ini, banyak yang bisa kita peroleh. Yang pertama adalah kesenangan tersendiri bagi kita yang suka koleksi senjata. Yang kedua, mengembangkan relasi dalam komunitas. Selain itu, kita bisa belajar bertanggung jawab dan sportif, sebab senjata ini secara etik tidak boleh digunakan untuk menyakiti binatang atau pun orang lain diluar tujuan permainan.

Jadi, airsoft gun ini adalah seperti hobi yang lainnya, memiliki unsur fun tapi juga memiliki risiko. Tapi jika kita hanya memandang risikonya saja, hampir setiap hobi memiliki resiko seperti koleksi senjata tajam, bela diri, dll. Yang penting dari menggeluti hobiini adalah kemampuan kita untuk bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan, termasuk dalam menggunakan airsoft gun.

Semoga hobi ini tetap bisa bertahan dan berkembang sebagai alternatif bagi orang yang tidak mampu (mahal) memperoleh ijin kepemilikan senjata api legal, tapi tetap bisa menyalurkan minatnya dalam senjata dan kemiliteran.

Informasi seputar airsoft gun:
http://en.wikipedia.org/wiki/Air...
http://www.airsoft-id.com
http://www.airsoftcanada.com/
http://nationalairsoftassociatio...

By. Zie OPCC

Airsoft

Airsoft

Four airsoft players lay down fire on an objective that they plan to attack.

Airsoft is a game in which participants eliminate opponents by hitting each other with spherical non-metallic pellets fired from a compressed-air gun (or airsoft gun) powered by gas, compressed air, manual spring-load, or electrically powered gearbox.

Airsoft participants organize meetings at dedicated airsoft battlefields often adapted to provide walls, bunkers, trenches, buildings, towers, and other similar man-made field enhancements to offer realism analogous to real war environments.

Airsoft games vary greatly in style and composition depending on location, budget, and quantity of participants but often range from short-term skirmishes, organized scenarios, military simulations, or historical reenactments.

Combat sittuations on the battlefield often involve the use of common military tactics to achieve the objectives set in each game. Participants typically use varying types of non-lethal weaponry designed as replicas of real firearms, tactical gear, and accessories used by modern military and police organizations.

History

In the 1970s Japan made it illegal to own a firearm, though there was a large interest in them. Because of this interest, manufacturers started to produce realistic looking spring-powered guns. These guns fired several calibers of plastic or rubber BBs, but were eventually standardized into 6 mm and 8 mm sizes. The early spring powered weapons then morphed into gas and battery powered ones, using a variety of systems. The hobby then migrated to North America in the mid 1990s. This is due in large part to the addition of many new AEG manufacturers in Japan, China, Taiwan, as well as many others. Though the origin of the actual game is unknown, it is easy to see that now airsoft has exploded in popularity and has had the highest rise in popularity from 2001 to present time than any other outdoor sport in the world.[citation needed]

Methods of play

MilSim

An airsoft/MILSIM player operating in a sniper role and wearing a ghillie suit as camouflage.

"MilSim", short for Military Simulation, generally combines airsoft play with some military live-action role-playing elements. This type of play may be considered "hard core" by many players because of the above normal involvement required. Several goals or missions may be assigned to each team, along with a basic load-out (i.e., supply) of ammunition, rations, explosives, and radios. MilSim originated in Albany, Oregon, by a team named ATAC, or Advanced Tactics Airsoft Class.

A key element in MilSim games is the use of low-capacity magazines,[citation needed] replicating the actual magazine capactity of the 'real-steel' firearm the airsoft gun is replicating. Examples of which are the 30 round STANAG magazines of the M4, M16, Type 89, SCAR-L etc. As well as similar capacities for other common replicas.

The teams will remain in the field for the duration of play, only returning to a staging area or "safe zone" for medical emergencies or other special circumstances. Military simulation games often last several days. For example, the large Berget annual event in Sweden lasts for six days with no breaks. In large scale MilSim operations, players often use vehicles such as painted vans and trucks. In some cases, such as Operation Irene (an annual MilSim held in the midwest U.S.), real APCs and tanks are used. Such large scale events can take place in MOUT (Military Operations in Urban Terrain) facilities.

Airsoft games are not limited to MilSim or skirmishs, however. There are many alternate game scenarios.

Airsoft players at a World War II re-enactment. The player is holding a SIG 552 rifle.
Private vehicles representing an armoured personnel carrier.

Honor system

Airsoft play employs an honor system whereby the players rely on each others' honesty to admit to being hit, because unlike paintballs, airsoft bbs do not leave visible marks on clothing.

The effect of a marking bb on the honor system is an addition to the game but does not remove "honor" from the game as it still remains with the player to choose whether or not to call his or her hits. Instead, it simply allows for verification when the need arises. For instance, depending on the muzzle velocity of the gun and distance from the shooter, the targeted player may not feel the impact.

Players are discouraged from calling out hits on an opponent - instead players are expected to signal a marshal to judge how effectively they have hit their opponent. Simulated 'knife kills' can, at the venue's discretion, be recognized when a player touches or taps an unaware opponent. This prevents the player being forced to shoot him or her at point-blank range. Similarly, a 'courtesy kill' occurs when a player refrains from shooting an opponent at close range while enforcing that opponent's surrender, instead of risking injury. Players are usually prohibited from firing blindly when not able to see their target, especially around corners. In some instances, players don't call out hits they have sustained as a result of this "blind fire". Players are expected to avoid the shooting of an opponent who has already admitted to being hit. Harsh language and forceful physical contact between players is strongly discouraged and even penalized. Players are expected to resolve disputes politely and with proper decorum.

All airsoft players are expected to acknowledge being hit, even if they are in doubt, by shouting "I'm hit" loudly, and raising their hand or gun high and/or displaying a 'hit indicator' while walking back to the safe zone. Paintball style "speedball" games may include the aforementioned hit markers. A hit indicator can be either a bright-colored cloth during daytime or a blinker or mini-flashlight when in dim light or darkness.

Ballistics and speed

Kinetic energy is the energy that is transferred from the pellet to its target upon impact. One joule of energy will be transferred by a 0.20 g BB at 100 metres per second (330 ft/s).[1] A typical set of limits on guns might be 100 m/s (330 ft/s) for CQB, 125 m/s (410 ft/s) for outdoors, and 175 m/s (570 ft/s) for bolt action sniper rifles, all measured with a 0.20 g BB. The amount of kinetic energy depends on the weight of the BB and how fast the gun can propel it. Certain places play "no velocity limit" games.

In the United Kingdom and Ireland, the energy limit for Airsoft guns is usually one joule (100 m/s with a 0.20 g, 6 mm BB) regardless of the type of game play.[2]

Most Airsoft guns are capable of shooting from 50 m/s (160 ft/s) to 125 m/s (410 ft/s), though it is also possible to purchase upgraded springs for some Airsoft guns that will enable up to 180 m/s (590 ft/s) projectile velocities.[3]

A hop-up unit, if present, puts backspin on the BB, generating lift and giving it a greater effective range. The range of any Airsoft gun depends on both the muzzle velocity and the amount of hop applied. Airsoft guns can have a range of 75 metres (250 ft) or more with the right combination of power, barrel, and ammunition as well as a good hop-up unit. A good hop-up unit can sometimes double the range.

Airsoft player shooting from behind cover wearing goggles that fully seal the area around the eyes and a Balaclava to protect the face.

Safety

Eye and face protection

Players in the 'safe zone' between games.

The minimum safe level of gear required to participate in most games includes a pair of impact-rated goggles or shooting glasses to protect participants' eyes. Traditional prescription glasses and sunglasses, or goggles not designed specifically for use with airsoft or paintball guns may break or shatter upon being struck, causing eye damage.

Many airsoft groups and fields require that eye protection fully seals the area around the eyes, and also meets or exceeds ANSI's Z87.1-2003 goggle standard for eye protection, namely, the ability to absorb 3 joules of impact energy without damage. Some players instead opt for paintball goggles, which are held to a higher impact rating standard, ASTM's F1776.[4]

The best overall protection is offered by paintball masks. These masks protect the face, teeth, and ears. Some airsoft masks are made with mesh screens, though there is debate that fragments from lower quality or bio-degradeable BBs may pass through the mesh and enter the eye, although there have been no recorded incidents of such an occurence.[5] While masks offer superior protection, they can interfere with the use of scopes and in cheaper masks, condensation inside the goggles can reduce visibility.

Unprotected players or bystanders

At most airsoft sites, any player or observer is required to keep their face mask, goggles, or shooting glasses on at all times. All players must immediately stop shooting when a person without eye protection is encountered in the playing area. One common practice is for players to shout words such as "Cease-fire, Blind Man!" Any player hearing the words must stop and repeat the alarm, alerting the whole game.

Community safety precautions

Some other rules such as a maximum BB velocity and distance guidelines are used by different groups. Some organizations have created common safety rules and guidelines.[6]

Airsoft replica of a H&K G36C. Note that this replica is not in use on a field, and therefore has the magazine removed (and the chamber cleared), and has a barrel bag placed over the muzzle.

When not actively playing, some fields require "barrel bags," also known as barrel stoppers, which were first introduced in paintball. The magazine is usually removed as well, and the gun fired to clear the chamber. Most fields also require players to leave their guns set to the safety position when they are not shooting, a practice common when using real firearms. In certain countries, such as the Philippines, additional special rules have been adopted.[7]

All "real steel" firearms, explosives, and bladed weapons are banned at any airsoft battlefield to prevent harmful accidents or confusion between real and simulated weapons. Players are expected to be discreet in transporting their gear and uniforms so as not to alarm the public or police. Pyrotechnic devices may be allowed, but are rarely employed, because of the added danger. When they are allowed there are usually legal limits on the effect of the device, e.g. amount of smoke, volume of sound or brightness of flash.

Teams

There are many organized teams, of varying sizes, all over the USA and in various countries. Some prominent teams have 50 or more players, and are able to send delegations to regional or national events. In the Philippines, there are many amorphous groups of airsoft players loosely organized into "teams" of varying sizes. There have been attempts to create large nationwide organizations of airsofters but these have not succeeded nor persisted in the past.

Legal issues

Airsoft guns and playing airsoft is legal in most parts of the world. Some countries have specific restrictions [8] such as maximum muzzle velocity, aka FPS (feet per second), rules against using the trademarks of real firearms, and 'unrealistic' coloring to distinguish them from actual firearms. They are legal throughout the U.S, but restrictions exist in certain cities such as Camden, Newark, NJ, Chicago, IL, New York City and Detroit, MI. The states of New Jersey, Illinois, New York and Michigan, however, do not allow airsoft guns to be used and handled publicly, because of the resemblance to real firearms, although Federal and State laws generally regard airsoft guns as toys and in the United States the muzzle tip must be orange.

Classic Army M15A4 Automatic Electric Gun.

In the United Kingdom, airsoft replicas are classified as realistic imitation firearms or RIFs. The sale, manufacture or importation of RIFs are restricted to activities that are exempted or have been granted a defense by the Home Office under the Violent Criminal Reduction Act. Airsoft has been granted a defense and a skirmisher as defined under British law is allowed to purchase, manufacture or import airsoft replicas. Usually, the only accepted method of proving entitlement is to be a member of a site that holds public liability insurance. A scheme set up by UK retailers, called UKARA, recommends that an airsoft site only give membership to a player who has played at least three games over a period of no less than two months. The right to own a RIF is still reserved to over 18's.[9] Many retailers will only sell airsoft replicas to UKARA registered players. Also, the use or possession of any kind of replica weapon, loaded or otherwise in a public place is an offense under UK law and can carry heavy penalties. [10]

Some airsoft players inform local police where and when airsoft games will take place, so that misunderstandings can be avoided.

Due to a steady entry of lower-cost airsoft guns from abroad, the Philippine National Police issued in December 2007 its Circular 11 (Airsoft Implementing Rules and Regulations),[11] regulating the ownership of airsoft guns by Filipino citizens. Only airsoft guns with a muzzle velocity of 550 feet (170 m) per second (ft/s) or less using 0.2-g BBs can be registered. The PNP AIRR also regulates the operation of airsoft playing fields, teams, and the standardized rules and codes of conduct among airsoft players.

Orange-tipped airsoft gun muzzles

American federal laws require minimum 6 mm (approx. 1/4") orange tips to be present on all "toy guns" (including airsoft replicas) transported within and imported into the United States.[12]

However, these orange tips can be easily covered or painted over. One prominent case occurred in Longwood, Florida when a student threatened fellow classmates with an airsoft pistol and was subsequently shot dead when he aimed it towards an officer. The orange tip mandated by US Federal law had been painted black.[13] Airsoft players may paint over the orange tip on their guns because it makes them more visible at a distance when they play. According to the New Times Broward-Palm Beach, [14] However, despite the lack of federal penalties for consumers who remove the required orange tips, some states (such as California) have enacted state legislation that does impose criminal penalties for the removal of any required markings. [15]

Airsoft guns

An example of a gas blowback airsoft pistol, in this case a replica of a SIG-Sauer P226

The guns used in airsoft are typically replicas of real firearms, except that they have a mechanism for pushing out projectiles 6 mm or 8 mm in diameter.

Airsoft guns are classified according to their operating principle which can be either: spring, electric, or gas-powered. An airsoft gun is selected according to the level of performance (battery life, range, rate of fire, accuracy, reliability, customization, magazine capacity, size, and weight) or realism the player requires. Early-generation airsoft guns were mostly "springers." Single action airsoft guns are almost always semi-auto and never auto. Second-generation airsoft guns had gas-powered mechanisms that required either an internal "Flon" (CFC) gas reservoir or an external high-pressure CO2 chamber. AEGs (automatic electric guns, such as assault rifles) are now the most commonly used and have high-capacity rechargeable batteries to operate gearboxes that displace air to propel the BBs.

Most airsoft pistols which are gas-powered use environmentally safe "green gas". Green gas is propane gas with a hint of perfume and sometimes silicon lubricant and produces a realistic blowback recoil effect when fired. Recently Airsoft manufacturers have begun producing propane adapters that screw directly onto camping grade propane tanks, allowing players to power their gas guns on pure propane, as a cheaper alternative to "green gas". Each pistol magazine contains a small storage gas cylinder with enough power to propel the 30+ BB projectiles also housed in the magazine. Thus a player can realistically load, fire, and unload an airsoft pistol with similar realism as a "real steel" semi-automatic pistol. A few early-production AEPs (Airsoft Electric Pistols) have been released but these suffer from weaker BB velocities because of the difficulty of fitting a small-enough motor in the housing of a pistol, although the range is sometimes greater than a gas pistol. AEP's often have a higher rate of fire than their gas counterparts.

Most early airsoft guns were completely made of ABS plastic except for some internal moving parts. Newer guns, especially those made in China, have metal external parts. A typical airsoft gun is noticeably lighter than its "real steel" counterpart due to the use of aluminium, alloy, and plastic, though some have weights in them for a more realistic feel. There are smoke caps available for certain airsoft guns for added realism.

Gas hand gun magazines are usually 10-20 in a standard capacity magazine, however some are hi cap magazines which have a winder and can hold 50 rounds or more. In the case of AEG rifles magazines come in either standard (equivalent to the capacity of its real steel counterpart), low-capacity (low caps: 30-80 BBs), mid-capacity (mid caps: 80-150 BBs), or high-capacity (high caps: 200-500+ BBs). These magazines are spring loaded; the high-cap magazines often have a ratchet wheel that can be wound up periodically to force BBs up from the holding chamber of the magazine to the feed chute, due to loose BBs in the reservoir they often make a rattling noise when running or walking. Some airsoft guns have electric-powered box or drum magazines that hold thousands of BBs (up to 5000).

Grenades and launchers

Players can use grenades, grenade launchers, smoke grenades, mines, and replica claymores that use little or no explosives (pyrotechnics). Most of these "pyro" devices are powered by compressed gas. Like many aspects of airsoft, each item is designed as a playful analogy to the real thing, and often lacks the violence of such. Hand grenades are not as common as grenade launchers which launch a large shower of pellets, NERF or foam slug rounds using compressed gas. Some players purchase heavier support weapons such as replicas of the Heckler & Koch 69 40mm grenade launcher, or a replica of the Milkor MGL, which can hold up to 6 42mm gas powered pellet grenades (some grenades are able to fire over 300 pellets in a single shot), and shoot them in a semi-automatic mode. Some mines only produce a mushroom cloud when activated without actually firing any pellets. The airsoft claymore mine is more expensive (around $150) but popular. Anti-tank weapons exist, but they are not common due to their weight and greater expense. Another type of launcher that is often home made is the Works Cannon or the Dry Ice Cannon. These are often used shooting Nerf rockets as grenades.

Airsoft projectiles

6mm plastic BBs (0.12 g). A sample of inexpensive BBs. Note visible seams.

Most airsoft guns fire spherical plastic pellets ranging from 0.12 to 0.88 grams in weight, though the most popular weights for AEGs are between .20 and .28 grams. Heavier rounds (.30-.48 grams) are typically used for long range and sniper use, as they are more stable in flight and less easily deflected by wind, so are more accurate. They usually come in packages of: 500, 1000, 2000, 5000, 10,000 and 25,000.

To increase range some airsoft weapons are fitted with 'hop-up' systems which cause BBs to fly level, and straighter for a longer period. The hop-up effect is caused by back spin on the BB, which minimizes the drop experienced by the BB, and increases the flying distance, by increasing its lift according to the Bernoulli principle.

Pellets are typically 6 mm in diameter, though 8 mm varieties exist for specialty guns. Pellet quality is important, as malformed ones can damage the Airsofts guns parts. Malformed, soiled, or low-grade pellets with seams can also be much more inaccurate - even a small deformity will throw the pellet off course.

Paintball pellets are also available for airsoft guns but are unpopular due to the incompatibility with hop up systems as well as the damage they can cause when a pellet bursts inside a gun. The up side though is that you don't have to depend on the honor rule because these pellets leave a clear paint mark on the player showing that they have been hit.

Most airsoft pellets are made of plastic but biodegradable airsoft pellets are also available. Commercial fields usually only allow biodegradable pellets to avoid the buildup of plastic pellets littered across their field, it also has less of an impact on the environment because regular pellets take too long to break down when biodegradable pellets only take from four months to two years depending on the conditions and brand.

Clothing

Some players, especially those participating in MilSims, wear military clothing consisting of various forms of camouflage. Some players will go as far as to use a ghillie suit, which breaks up the human outline by having sticks, leaves, and similar items in the fabric/netting, as well as its own camouflage leafing material all over it. Aside from the advantage of camouflage, some participants aim to faithfully replicate a specific combat unit such as the SAS, Spetsnaz, or police, particularly in games such as MilSim.

In some countries, such as the Philippines, airsofters are not legally able to wear official uniforms. In Sweden, for example, it is illegal to wear both rank insignia and Swedish flags on civilian uniforms at the same time. It has become popular among civilians and airsoft players to wear only the upper garment or the pants, but not both.

When not wearing full paintball-type face masks, many players wear neck armor such as a balaclava, scarves and Shemaghs, and military-style helmets. Players generally wear combat or hiking boots (not just ordinary athletic shoes) for safety in harsh terrain. They also wear padded gloves, elbow pads, knee pads (not to protect the body from pain of getting hit by pellets, but to prevent pain and injury from performing physical actions, such as crawling and kneeling) and protective vests for additional protection, realism, and for conventional reasons such as holding magazines of ammo.

In some cases, rules are adopted that allow only casual clothes in an effort to encourage realism because players will more actively avoid being hit.

Tactical gear

Players wear tactical clothing and accessories for the added realism and for the practical needs similar to that of a real soldier. The most common are holsters, load bearing vests, and modular rigs. Many players also use a hydration system. Equipment for real world soldiers is also often used in airsoft games, such as are sights, red-dot scopes, flashlights, picatinny rails, and mock silencers.

Many Mil-Sim players choose to wear real gear (not an airsoft replica) and in some cases, real ballistic protective armor - this can raise the price of the game considerably.

Game Variants

Elimination — Generally the most common variant of airsoft played, and again mostly among new-comers to the sport. Elimination rules can be played by two or more teams. Essentially, teams engaging in combat until there is only one team left still in play.

Capture the Flag (CTF) — While the primary objective in Elimination is to eliminate as many enemy players as possible, the primary objective in Capture the Flag (sometimes abbreviated to CTF) is to capture the enemy flag instead. This is a very popular game type, second only to Elimination itself..Often in CTF, there are two flags - one for each team. Each flag would ideally be situated in a base, bunker or some other such defendable position, which is then called the 'flag station'. The enemy team must find the opposition's flag station, seize the flag, and return it to their own flag station. Once the enemy flag is in one's own flag station and one's own flag is still there, then victory may be claimed. A one-flag variant has one flag situated in a mutually agreed upon position, and each team attempts to bring it back to their base, or the opponent's base.

Assault, or Siege — Assault is a fairly common game variant where the players are divided into two equal teams. One team — the 'defenders' — must hold a fixed location on the field. The other team — the 'attackers' — must attempt to completely eliminate the defenders, while the defenders must elininate the attackers. there should be more attackers than defenders

Protect the President - Protect the President is a completely unique form of airsoft. Although not very popular due to being a mostly unknown form of playing, it gives each game a prominent objective; making the game extremely fun. The objective of the game is to protect the president (hence the title). At least two teams are formed. Each team chooses a President. From this point on, each team may devise their own strategy, but the objective is always constant. Kill the enemy president while being sure to protect your own. If the president on either team is eliminated, the game is over. Another form of Protect the President is to divide into two teams, a Secret Service and Terrorist Factions. The Secret Service team has an unarmed president or lightly armed, and the terrorist's job is to kill that one person. The Secret Service is to either eliminate the Terrorists or move to a certain safe-zone or Landing Zone on the map.

The Infected- There are 2 teams, Humans and infected. Anyone the infected eliminates become infected, while if the infected is eliminated, he is out for the round. Game ends when either team is completely eliminated

Commando Raid- There are 2 teams: Commandos and Rebels. The Commandos must bring 3 or more items back to the extraction zone, while the rebels must stop them. Anyone who is hit is down for the game. The commandos must have 1/2 of their guns ammo capacity and a spring pistol, while the Rebels can use as much items as they want

Objectives - It is basically when both teams are given one or more objectives to complete in order to win such as capture/defend a base, reach an extraction point, eliminate a certain or all the enemy players, rescue/hold hostages ect. In a good objectives game ether teams objectives will force them to engage each other throughout the field. This game can be customized to any players hearts desire and when done right is a lot of fun. Usually the field owner or just a player will pass out the objectives to each team in an envelope and throughout the game if a player is eliminated and happen to hold the objectives information, they have to give up to the other team. Like i said this game is very customizable and there are many ways to play this, the organizer can make it how ever he or she wants.

See also


By. Zie OPCC